Referral Banners

Uniknya Candi Khajuraho dengan Relief dan Arcanya yang Erotis

Uniknya Candi Khajuraho dengan Relief dan Arcanya yang Erotis


blog pakNo: Uniknya Candi Khajuraho dengan Relief dan Arcanya yang Erotis - Candi-candi di Khajuraho merupakan kompleks candi Hindu dan Jain yang terletak di daerah Khajuraho, Madhya Pradesh, Distrik Chhatarpur, India. Kompleks candi ini merupakan salah satu daya tarik wisata sejarah di India. Candi Khajuraho sudah terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Selain sebagai tempat peribadatan umat Hindu, candi-candi di Khajuraho juga sangat terkenal karena relief dan arca-arca erotis di dalamnya. Sekitar 10 persen relief yang terpahat di bagian luar candi menggambarkan manusia yang sedang berhubungan seksual dalam berbagai posisi. Karena relief-relief tersebut, candi ini juga dikenal dengan nama kuil Kamasutra, meskipun tidak ditemukan bukti kalau buku seni erotisme yang dikarang Vatsyayana tersebut berkaitan dengan candi ini.

Pada bagian dalam kompleks candi, tepatnya di dekat arca dewa tidak ada ukiran yang menampilkan seni erotis. Hanya relief-relief di bagian luar yang banyak menggambarkan aktivitas seksual antara pria dan wanita. Keadaan ini ditafsirkan oleh beberapa ahli sebagai pesan bahwa seseorang harus meninggalkan nafsu duniawi (salah satunya nafsu seksual) jika ingin mencapai kesempurnaan spiritual (yang digambarkan sebagai tempat para dewa berada).

Uniknya Candi Khajuraho dengan Relief dan Arcanya yang Erotis

Menurut The Culture Trip, pahatan atau patung bertema sensual memang umum ditemui pada candi-candi Hindu, Jain, dan Buddha kuno. Tetapi biasanya relief-relief seperti ini ditempatkan di atas atau bagian bawah struktur candi. Hanya di candi Khajuraho yang relief-relief erotisnya terletak di bagian tengah, sejajar dengan pandangan mata.

Uniknya Candi Khajuraho dengan Relief dan Arcanya yang Erotis

Seperti dilansir Khajuraho Monuments dan merdeka.com, relief-relief ini kemungkinan memang sengaja diposisikan demikian untuk memberikan 'pendidikan seks'. Pada zaman tersebut, anak-anak yang belum dewasa dikirim ke pertapaan untuk mempelajari seluk-beluk 'hasrat duniawi' hingga masa kedewasaan mereka tiba. Relief-relief ini tentunya akan menjadi sumber pengetahuan bagi mereka untuk memahami proses hubungan fisik antara pria dan wanita. Ada juga pendapat yang mengatakan kalau relief-relief sensual tersebut merupakan perlambang dari Kama (nafsu duniawi) sebagai salah satu tujuan utama manusia.



Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment